Jalan Hadi Suhadi RT. 02 Desa Sepaso Selatan Kec. Bengalon Kab. Kutai Timur NPSN : 30400824 NSS : 101161009001

Friday, July 15, 2022

AKSI NYATA MERDEKA BELAJAR

Sahabat guru yang berbahagia, akhir-akhir ini kita mendengar bahwa Kemdikbudristek akan mengganti Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka. Lantas seperti apa muatan-muatan yang ada pada Kurikulum Merdeka? Sebagai langkah awal memahami apa itu kurikulum merdeka, mari terlebih dahulu memahami tentang Merdeka Belajar.

Menurut Ki Hajar Dewantara, manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri baik lahir maupun batin serta tidak bergantung pada orang lain. Terdapat beberapa hal penting yang menjadi dasar pada merdeka belajar, beberapa diantaranya yaitu:

· Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik;

· Mendidik dan Mengajar;

· Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh;

· Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti;

· Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan.

Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik

Saat memutuskan menjadi seorang pendidik, hal apa yang mendorong kita berangkat ke sekolah dengan penuh semangat? Tentu setiap pendidik mempunyai alasan yang berbeda, akan tetapi akan bermuara pada hal yang sama, yaitu ingin menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan begitu seorang pendidik harus mampu mengenali apa saja yang menjadi  kekuatan dan kelemahannya serta apa saja yang menjadi perannya. Perjalanan kita sebagai pendidik hadir untuk terus menambah kapasitas sebagai pendidik, menyadari kebutuhan untuk terus belajar secara mandiri agar bisa mengantarkan murid-murid untuk berdaya dan menjadi manusia merdeka.

Jika kita mengharapkan murid-murid kita kelak menjadi pribadi yang mandiri dan merdeka tentunya perlu untuk mengenali diri berdaya untuk memiliki tujuan, kebutuhan belajar yang relevan dan kontekstual terhadap diri dan lingkungannya.

Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Salah satu langkah awal kita sebagai pendidik adalah bagaimana memaknai dan menghayati pribadi kita sebagai manusia yang merdeka untuk terus belajar.

 Mendidik dan Mengajar

Banyak pendidik yang ternyata masih bingung terhadap kata pendidikan dan pengajaran. Pengajaran adalah suatu cara menyampaikan ilmu atau manfaat bagi hidup anak-anak secara lahir maupun batin. Sementara pendidikan adalah tempat menaburkan benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat. Seorang pendidik harus memahami bahwa mendidik adalah menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Sehingga pendidikan tidak hanya berbentuk pengajaran yang memberikan pengetahuan kepada murid, tetapi juga mendidik keterampilan berpikir mengembangkan kecerdasan batin dan pada akhirnya murid dapat melancarkan Hidup untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Mendampingi Murid Dengan Utuh dan Menyeluruh

Pendidikan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman. Setiap sekolah memiliki kondisi dan permasalahan yang berbeda, sehingga sistem pendidikan antara satu sekolah dengan sekolah lain sangat beragam sesuai karakteristik lingkungannya. Seorang guru harus memfasilitasi proses belajar murid sesuai dengan keadaan lingkungan dan potensi yang dimiliki sehingga murid dapat melihat hubungan antara dirinya dengan lingkungan. 

Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti

Budi pekerti atau watak manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian biologis dan bagian intelligible. Bagian biologis merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan perasaaan dan jiwa manusia. Pada bagian ini bersifat menetap dan tidak dapat berubah. sedangkan intelligible merupakan kecakapan dan keterampilan pikiran manusia dalam menyerap pengetahuan. Pada bagian ini bersifat tidak menetap dan dapat berubah-ubah. Proses pendidikan menyebabkan budi pekerti murid tumbuh dan berkembang, sehingga mampu mengendalikan tabiat asli dan watak biologis yang tidak baik menjadi tersamar kemudian menebalkan wata baik murid yang akan mewujudkan kepribadian dan berbudi pekerti baik.

Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Pendidikan memiliki fungsi mengantarkan murid-murid menjadi manusia yang merdeka, selamat dan bahagia. Seorang pendidik harus membantu mengantarkan murid untuk merdeka atas dirinya sendiri supaya mampu memelihara dan menjaga bangsa dan alamnya. Kemerdekaan murid dalam belajar merupakan kunci untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika untuk dirinya sendiri ia tidak bisa mencapai selamat dan bahagia, bagaimana mungkin ia akan memelihara dan menjaga dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa ataupun alamnya
Share:

FOTO-FOTO




Definition List

Unordered List

Support